Saturday, February 26, 2005

aku malu

Malu juga diriku ini, setelah kupikir-pikir, ternyata selama ini yang aku tulis tidaklah berguna, dan tidak layak untuk dibaca.
Jadi buat yang merasa, "apaan sih ini? tidak mutu!!dan segala macam umpatan" dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf.
Mungkin memang aku harus lebih banyak belajar, untuk itu mohon bimbingannya ya.
SP, SP, SP, ujian sp itulah yang sedang kulalui beberapa hari ini, tetapi sungguh apa yang kuharapkan sangatlah sulit untuk kudapatkan. Ternyata untuk bisa sukses itu tidak mudah ya? Perlu banyak kerja kers untuk bisa mewujudkannya. Masih ada dua ujian lagi setelah beberapa mata kuliah ternyata hasilnya tidak memuaskan. Semoga setelah sp ini, saya bisa belajar lebih baik, agar semester mendatang tidak perlu lagi ikut sp yang selai menyita waktu juga menyita harta benda itu.

oh ya sit(temenku)" km jadi mo beli buku ayat-ayat cinta? ada yang jualan nih harganya sekitar 40 ribuan, kunjungin aja andips.blogspot.com, tapi sayang dia jualannya di banten sono.Jauh ya? hehehe"

semoga semester depan membawa berkah dan semagat baru bagiku...
Kalo bisa aku pengen pindah kost biar punya harapan dan suasana baru pula.

kacau

ga ngerti kenapa belakangan ini perasaanku ga jelas, bingung mau ngapain, dan ga ngerti mesti bagaimana.
jangan bilang sapa2 ya...
aku pengen pindah kost, aku udah mulai ga betah di kost, sering pergi, pokoknya males bgt bwt balik kalo da maen.
aku bingung, aku males menghadapi hal2 yang da sekian lama membuatku ga nyaman.
aku lebih sering menyendiri di kamar, berbicara pa da dinding kamar, dan memenag benar ketidakwarasan sedang ada padaku.
suryawan yang ada sekarang, adalah suryawan yang beda, yang pengecut dan penakut , tidak mau menghadapi kenyataan, dan selalu lari dari masalah.
terserah apa kata mereka, memang aku akui ini semua karena aku sendiri yang saat ini membatasi diri, wajar saja kalo mereka akan mengatakan aku sok individualis, tidak butuh teman dan segala macem, sebenarnya aku pengen bisa gabung bareng, ngobrol bareng, ketawa2 bareng, tapi aku sendiri bingung gimana mau memulainya. yang ada aku sekarang merasa beda, aku beda dari mereka.
tidak berguna sekali aku selama ini mengikuti organisasi ini itu, kalo ternyata sekarang ini aku hanyalah sama saja, tidak bisa menghadapi dunia dan komunitas yang beragam ini, seharusnya aku sudah biasa untuk itu, tidak perlu lagi aku tanyakan bagaimana dan mengapa.
aku pengen pulang ke rumah...
aku penmgen cepat pulang ke magelang...

Friday, February 18, 2005

male bgt

ak
males
bwt
nulis,
cz
td
da
nulis
bnyk
tiba2
komputernya
hang hang hang

Friday, February 04, 2005

aksi hari ini

Baru saja aku balik dari air mancur undip bawah, lumayan capek, apalagi hari ini begitu terik sekali mentari membakar kota Semarang.
Bukanlah suatu hal yang biasa bagiku, untuk pergi ke bawah, maklum kampus kami berada di daerah Tembalang di Semarang bagian atas. Ditambah lagi dengan kejadian hilangnya sepeda motorku beberapa minggu yang lalu yang makin membuatku tidak pernah melihat dunia Semarang bawah, soalnya males kaki ini kalo harus disuruh untuk naik angkot, apalagi kalo harus menunggu begitu lama dan setelah dapat harus berdiri pula.
Siang tadi sebelum shalat jumat, Iman yang kuliah di jurusan industri mengajakku untuk ikutan aksinya saudara - saudara seperjuangan yang hendak menyuarakan ide - ide dan kritik mereka bagi pemerintahan Indonesia saat ini. Terang saja aku sangat antusias, karena memang jarang sekali aku ikutan aksi yang demikian.
Benar juga, sehabis shalat jumat aku berangkat bersama Iman, temanku itu ke air mancur undip bawah. Sesaampainya di sana ternyata telah berkumpul teman - teman yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Pembebasan. Memang tidak begitu banyak hanya sekitar 30 orang, yang terdiri dari mahasiswa ikhwan(laki - laki) dan beberapa akhwat(perempuan).
Dengan membawa tulisan besar yang berbunyi "Tegakkan Pemerintahan Islam", aku mendengarkan orasi yang dibawakan oleh akhi - akhi itu. Meskipun tidak mendengarkan dari awal, karena kami datang terlambat, tapi aku dapat mengerti pada orasi pertama itu, diserukan kritikan atas penanganan pemerintah terhadap bencana di Aceh yang dinilai tidak maksimal. Pemerintah terlalu lemah, sehingga membiarkan pihak asing begitu saja ikut campur terhadap kondisi Aceh. Bukan hanya mengenai bantuan yang mereka berikan yang nantinya akan mencekik leher anak dan cucu negeri Indonesia ini sedangkan rakyat dibohongi dan dibuai dengan bantuan asing tersebut, juga mengenai ketidakberesan sosial yang terjadi di bumi Aceh saat ini, yang pemerintah tidak ketahui atau mungkin tidak mau tahu itu. Bayangkan di Aceh sekarang tengah terjadi tindakan - tindakan yang tidak bisa ditolerir oleh norma apapun di dunia ini. Di sana tengah terjadi, penculikan - penculikaan terhadap anak - anak Aceh yang entah mau dijadikaan apa mereka itu seperti yang diinginkan pihak - pihak asing tersebut yang menamakan dirinya relawan. Perusakan mental daan akhlak juga gencar dilakukan di kamp - kamp pengungsian, untuk apa barang semacam buku - buku porno disebarkan di sana kalo bukan untuk merusak akhlak generasi - generasi Aceh yang menjunjung tinggi syariah Islam ini.
Pemerintah dinilai mengatasi permasalahan yang ada ini secara kapitalis, yang mementingkan maateri yang entah hingga berapa triliun itu untuk memulihkaan kondisi Aceh tanpa memikirkan apa yang terjadi di Aceh sana, padahal sejarah membuktikan bahwa cara semacam ini tidak akan mampu memperbaiki kondisi negara, Argentina misalnya mereka sampai sekarang tetap saja tidak dapat membangun negara mereka dari keterpurukan akibat hutang luar negerinya. Akan kah Indonesia hingga di masa yang akan datang tetap dililit dengan hutang yang diperhalus dengan kata bantuan?
Seruan - seruan agar pemerintah menegakkan syariah Islam dalam memimpin negeri ini dilontarkan, karena sebenarnya syariah islam tidak hanya untuk masyarakat muslim saja, syariah Islam dalam pemerintah mencakup seluruh masyarakat yang universal. Memang pandangan orang saangat subjektif, akan tetapi menurutku syariat Islam dalam pemerintahan bebas dari cacat yang membuatnya tidak layak untuk digunakan.
Orasi berikutnya tentang bbm yang hargaanya kian melambung, yang katanya subsidi tersebut untuk alokasi yang lain. Harga bbm ingin disamakan dengan kondisi pasar dunia, tentu saja itu tidak mungkin, karena kondisi kita berbeda? Gaji profesor di Indonesia saja kalah kalau dibandingkan dengan gaji tukang sapu di Singapura, jelas lah dari segi pendapatan raakyatnya saja hal itu sudah tidak mungkin...

Tuesday, February 01, 2005

baru nyobain

Terus terang inilah pertama kalinya, saya mengenal blog atau apalah istilahnya. Sebenarnya bingung juga mau digunakan untuk apa, atau fungsinya sebagai apa, tau punya tujuan apa saya membuatnya, yang jelas saya terinspirasi oleh seseorang yang membuat blog seperti ini, saya pun tidak mengenal orang tersebut, tapi dia begitu banyak bercerita tentang hari - hari yang dilaluinya lewat blog semacam ini. Saya tertarik untuk melakukan hal yang serupa, sembari membagi pengalam serta kejadian - kejadian yang saya alami, yang mungkin bisa saja untuk mengurangi rasa berat atas beban hidup yang saya rasakan dengan membaginya bersama orang lain.

Sebenarnya saya memang senag dengan hal - hal yang berhubungan dengan tulis menulis, meskipun saya sangat tidak berbakat dalam hal tersebut. Akan tetapi ada keinginan di masa kecil saya untuk menjadi seorang pengarang setiap kali saya membaca sebuah buku tentu saja fiksi semacam novel maupun kumpulan cerpen, tapi itu hanyalah khayalan di masa kecil saya saja, dan sekarang saya menyadarinya bahwa sangatlah jauh dan sepertinya mustahil untuk mewujudkannya.
Hari ini saya baru selesai membaca sebuah novel yang sangat bagus menurut saya dengan judul Ayat - Ayat Cinta. Saya mendapatnya dari pinjam dari seorang teman yang selama ini sering memberi nasihat - nasihat yang berarti. Beberapa hari ini saya dibingungkan oleh masalah pribadi, karena merasa bersalah atas kebodohan dan kecerobohan saya sering mengecewakan orang tua, mereka memberi amanah agar saya belajar di semarang ini, mereka mengharapkan yang terbaik dari anak sulungnya ini, akan tetapi sampai hari ini beluam ada dari apa yang saya kerjakan bisa membuat mereka bangga. Dari novel yang saya baca, saya menyadari sepenuhnya saya ini manusia biasa yang memang tidak bisa luput dari kesalahan, saya menjadi malu terhadap tokoh Fahri, betapa dia selama ini telah berusaha menjadi hamba Allah yang baik, sedangkan saya di sini ternyata masih jauh dari apa yang dia kerjakan selama ini. Apalagi kepada teladan saya Rasuluallah, sungguh sangat jauh, belum ada apa - apanya.
Apapun masalah yang sedang kita jalani, itu semua adalah ujian dariNya, dan pasti Allah tidak akan memberikan ujian maupaun cobaan yang hambanya tidak bisa mengatasinya, asalkan kita berusaha dan selalu mengharap jal dariNya pasti akan ada kemudahan dariNya. Saya menjadi semakin yakin bahwa saya bisa untuk lebih baik aslkan ada kemauan dan uasaha dari saya.
wassalamualaikum wr wb