kosong
Dalam kebingunganku, di saat ku hanya bisa menganggukkan kepala...
InsyaAllah..., itu kata yang kuucapkan meskipun aku tahu berat konsekwensinya.
Hanya itu yang bisa ku katakan, kepada mereka, kepada mereka, dan mereka. Mereka yang memiliki harapan akan aku. Mereka yang hanya tahu aku dari kulitnya saja. Mereka yang tidak mengerti sebenarnya aku siapa. Sungguh aku seperti buah semangka, hijau tapi merah, mereka tahunya aku adalah sosok manusia tanpa cela padahal aku hina dan nista.
Mungkinkah aku punya kepribadian ganda, aku bisa bahkan sangat baik selama ini menjalani karakter yang sangat bertolak belakang ini. Aku bahkan tidak perlu memikirkan bagaimana caranya.
Maafkan aku, aku bukan hendak menipu, engkau, anda dan mereka...
